Rabu, 02 Januari 2013

perangkat lunak



PERANGKAT LUNAK (SOFT-WARE) 
Perangkat keras tidak dapat bekerja secara mandiri. Untuk dapat menjalankan fungsinya,
diperlukan serangkaian instruksi yang terkumpul dalam bentuk perangkat lunak
(software). Perangkat lunak antara lain sistem operasi dan perangkat lunak aplikasi. 
Sistem Operasi (Operating System) mempunyai beberapa fungsi utama antara lain: 
(1) manajemen sumber daya, 
(2) manajemen data, 
(3) manajemen gugus tugas, dan 
(4) penyediaan sarana komunikasi antar pengguna dan komputer. 
Sistem Operasi yang dikenal antara lain DOS, Windows,  Unix, MacOS, FreeBSD dan
Linux. Masing-masing sistem operasi mempunyai beberapa  varian yang merupakan
pengembangan maupun perbedaan  distro. Khusus untuk Linux merupakan sistem
operasi yang bersifat  Open Source, yang bisa dikembangkan, dimodifikasi dan
didistribusian oleh siapapun baik sifatnya berbayar atau tidak berbayar. 
Perangkat lunak yang berhubungan lansung dengan bahasa pemrograman antara lain:
interpreter, compiler, assembler, loader dan linker.  Pada perangkat lunak ini memuat
juga program generators (pembangkit kode program), debugging, pengujian program
(kompilasi), sebagaimana program yang diperlukan untuk pemrosesan pemrograman.
Perangkat lunak aplikasi merupakan suatu program yang membantu seorang user untuk
memabntu suatu tugas secara cepat. Biasanya perangkat lunak aplikasi mempunyai
gugus tugas tertentu misalnya berupa:  - 4 -                 Pengenalan Komputer
(1) Pengolah kata, misalnya MS-Word, Abi Word, WS, Open Office Word, Star
Office Word dan sebagainya; 
(2) Spreadsheet, misalnya MS Excel, Open Office Spreadsheet, Lotus 123; 
(3) Database management system (DBMS), misalnya MS-Access, Oracle, MySQL; 
(4) Graphics, misalnya Corel Draw, Adobe Photoshop, Macromedia Freehand;
dan 
(5) Communication, misalnya mIRC, Internet Explorer (IE), Mozilla Firefox dan
Opera.

rumus excel 2


Rumus Excel Merubah Angka Menjadi Bilangan

Makro ini merupakan pembuatan rumus yang berfungsi untuk mengubah angka menjadi bilangan, contohnya di cel A1 ada angka 1.000 dan akan berubah menjadi "seribu" dengan mengetikkan rumus =ambil(A1)di cell yang lain...
Function ambil(ByVal nilai As Currency) As String
Dim satuan As Variant satuan = Array("", "Satu", "Dua", "Tiga", "Empat", "Lima", "Enam", "Tujuh", "Delapan", "Sembilan", "Sepuluh", "Sebelas")
Select Case nilai
Case 0 To 11
ambil = " " + satuan(Fix(nilai))
Case 12 To 19
ambil = ambil(nilai Mod 10) + " Belas"
Case 20 To 99
ambil = ambil(nilai / 10) + " Puluh" + ambil(nilai Mod 10)
Case 100 To 199
ambil = " Seratus" + ambil(nilai - 100)
Case 200 To 999
ambil = ambil(Fix(nilai / 100)) + " Ratus" + ambil(nilai Mod 100)
Case 1000 To 1999
ambil = " Seribu" + ambil(nilai - 1000)
Case 2000 To 999999
ambil = ambil(Fix(nilai / 1000)) + " Ribu" + ambil(nilai Mod 1000)
Case 1000000 To 999999999
ambil = ambil(Fix(nilai / 1000000)) + " Juta" + ambil(nilai Mod 1000000)
Case Else
ambil = ambil(Fix(nilai / 1000000000)) + " Milyar" + ambil(nilai Mod 1000000000)
End Select
End Function

modul microsoft excel Xp



Modul Microsoft Excel Xp
A. CONTOH APLIKASI
Untuk mencoba memahami Excel lebih jauh, kita mulai dengan aplikasi langsung. Siapkan sebuah buku kerja dan lembar
kerja kosong, kemudian masukan data seperti dibawah ini:
Gambar 2.1. Contoh Penerapan Rumus Dalam Excel.
Ketika suatu nanti anda bekerja pada suatu perusahaan, dan anda disuruh untuk menghitung gaji karyawan, tentunya anda
membutuhkan perhitungan matematis, anda bisa menggunakan microsoft Excel sebagai salah satu solusinya. Ketentuan
perusahaan dalam menentukan gaji tiap karyawan, bisa anda bayangkan sebagai soal yang harus anda kerjakan. Adapun soal
itu adalah sebagai berikut:

1. Status pegawai diisi berdasarkan kode. Jika karakter ke-3 kode =1, maka status menikah, dan jika karakter ke-3 dari
kode=0 berarti statusnya belum menikah.
Untuk memudahkan kita menyelesaikan soal diatas, kita buat catatan kecil untuk menguraikan masalah tersebut. Misalnya
kita membuat catatan sebagai berikut:
Jika karakter ke-3 kode=1, status = menikah
Jika karakter ke-3 kode=0, status = belum menikah
Kemudian kita terjemahkan kedalam bahasa Excel, menjadi:
IF(MID(A6;3;1)=”1”;”Menikah”;
IF(MID(A6;3;1)=”0”;”Belum Menikah”))
Karena hanya ada 2 kemungkinan, maka bisa disingkat menjadi:
=IF(MID(A6;3;1)=”1”;”Menikah”;”Belum Menikah”)
anda ketik rumus tersebut pada sel D6 (karena baris yang diseleksi adalah baris 6, sedangkan kita mengisi kolom D)

2. Jenis kelamin diisi berdasarkan karakter ke-3 dari kanan, jika L=Laki-Laki dan P=Perempuan.
Seperti pada soal nomor satu diatas, kita buat logika sederhananya dahulu:
Jika karakter ke-5=L, Laki-Laki. Selain itu Perempuan.
Sehingga bisa ditulis dalam Excel menjadi:
=IF(MID(A6;5;1)=”L”;”Laki-Laki”;”Perempuan”)

3. Jabatan diisi berdasarkan karakter pertama dari kode, jika K=Karyawan, M=Manajer, S=Sekretaris
=IF(LEFT(A6,1)=”K”;”Karyawan”;IF(LEFT(A6,1)=”M”,”M anajer”,”Sekretaris))

4. Gaji pokok diisi dengan 2500000 untuk manajer, 1000000 untuk sekretaris serta 400000 untuk karyawan.
=IF(F6=”Manajer”;2500000;IF(F6=”Sekretaris”;100000 0;400000))

5. Tunjangan makan diberikan sebesar 300000 untuk manajer, 100000 untuk sekretaris dan 60000 untuk karyawan
=IF(F6=”Manajer”;300000;IF(F6=”Sekretaris”;100000; 60000))

6. Tunjangan Makan diberikan hanya untuk karyawan laki-laki sebesar 50000
=IF(AND(E6=”Laki-Laki”;F6=”Karyawan”);50000;0)

7. Khusus untuk manager tunjangan lembur sebesar 200000 dan lainnya sebesar 30000
=IF(F6=”Manajer”;200000;30000)

8. Tunjangan jabatan berupa sebuah mobil hanya untuk manager atau sekretaris.
=IF(OR(F6=”Manajer”;F6=”Sekretaris”);”Mobil”;”-“)

9. Potongan masing-masing 15 persen dari seluruh gaji
=SUM(G6:K6) * 15%

10. Gaji bersih merupakan kalkulasi seluruh gaji dikurangi potongan.
=SUM(G6:K6) – L6









Rumus Untuk Menghitung Rata-rata di Excel

Beberapa fungsi untuk menghitung rata-rata di excel adalah AVERAGE , AVERAGEA, AVERAGEIF, AVERAGEIFS dan WEIGHTED AVERAGE. Masing-masing fungsi rata-rata tersebut bisa digunakan untuk menghitung rata-rata berdasarkan kriteria tertentu. Dalam postingan ini khusus dibahas tentang AVERAGE.


Average adalah salah satu fungsi statistik. Fungsi rata-rata dapat digunakan untuk menentukan rata-rata (aritmetik mean) dari sebuah argumen/ sekumpulan data

Cara penulisan fungsi AVERAGE :
AVERAGE(number1, number2,...)
Number1, number2, ... yang 1-255 argumen numerik yang ingin dihitung rata-ratanya

catatan:
Argumen dapat berupa nomor atau nama, array, atau referensi yang mengandung angka.
Nilai-nilai logis dan teks yang dapat direpresentasikan menjadi angka akan dihitung dalam penentuan rata-rata
Jika sebuah array atau argumen referensi berisi teks, nilai-nilai logis, atau sel-sel kosong, nilai-nilai tersebut diabaikan, namun sel-sel dengan nilai nol yang disertakan dalam perhitungan.
Argumen yang yang tidak dapat diterjemahkan ke dalam bentuk nomor akan menyebabkan kesalahan.
Jika Anda ingin memasukkan nilai-nilai logis dan representasi teks angka dalam referensi sebagai bagian dari perhitungan, gunakan fungsi AVERAGEA.

Contoh penggunaan fungsi AVERAGE



Buat tabel di bawah ini
Ketik data pada sel A3 hingga A8 (Anda dapat menggunakan data Anda sendiri)
1. Pada sel B11 ketik rumus
= AVERAGE (A3: A8)
Formula ini akan menghitung rata-rata dari semua data

2. Pada sel B12 rumus jenis
= AVERAGE (A3: A5, A8)
Formula ini akan menghitung rata-rata dari data pada range A3: A5 ditambah data pada sel A7



Rumus Pangkat di Excel


BELAJAR MEMBUAT RUMUS PANGKAT

Sekarang saatnya kita belajar tentang rumus pangkat dalam Microsoft Excel, Simbol yang digunakan untuk Pembagian adalah tanda ^. Sekarang kita praktikkan seperti langkah dibawah ini :
1. Bukalah program MICROSOFT EXCEL 2003
2. Ketiklah di cell A1 : MENGHITUNG PANGKAT DALAM EXCEL
3. Kemudian ketik di cell A3 : No, B3 : Angka, C3 : Pangkat D3 : Jumlah
4. Kemudian ketik data seperti berikut ini :
5. Setelah selesai ketik simbol = di cell D4 kemudian klik di cell B4 dan tambahkan simbol ^ kemudian klik lagi cell C4 dan Enter. Hasilnya seperti ini =B4^C4.
6. Setelah mendapatkan hasil seperti diatas, mari kita atur data diatas agar terlihat lebih menarik
7. Pertama blok cell A1 sampai dengan D1 (MENGHITUNG PANGKAT DALAM EXCEL), kemudian Klik Ikon Merge & Center
8. Selanjutnya blok cell A3 : D9 kemudian Klik Ikon All Borders
9.  Ok.
à Isi Column Width dengan 8 à Width à Column àKemudian atur lebar kolom dengan Blok Cell B3:D9, kemudian klik Format
10.  Ok
à Isi Row Height dengan 18 à Height à Row àLalu kita atur tinggi Row dengan Blok Cell A3:D9, kemudian klik Format 
11.  Page
àKemudian kita atur Ukuran Kertas dengan mengklik File   Margins :à Paper Size (Letter) à Orientation (Landscape) à Page àSetup   OkàTop (2) : Bottom (3) : Left (2) : Right (2) 

Fungsi Logika


B. FUNGSI LOGIKA
Fungsi ini digunakan untuk menyeleksi suatu kondisi dari data yang ada dan memberikan hasil atau nilai yang berbeda
sesuai dengan ketentuan yang diberikan. Untuk memudahkan pemahaman fungsi logika, maka kita dapat membagi fungsi
logika ini menjadi beberapa jenis, antara lain:

1. LOGIKA SANGAT SEDERHANA
Kita menyebut logika sederhana karena dalam kondisi ini hanya ada dua keadaan yang kita uji. Misalkan kalau buka
pria berarti wanita, begitu juga sebaliknya kalau buka wanita pasti pria. Maka jika hanya ada dua keadaan yang diuji
anda bisa menggunakan logika sangat sederhana ini dengan syntax:
=IF(Kondisi;B;S)
dimana: Kondisi : merupakan keadaan atau kondisi atau nilai dari suatu data yang kita uji. Nilai kondisi hanya
ada dua yaitu benar atau salah.
B : pernyataan atau hasil jika kondisi bernilai Benar
S : pernyataan atau hasil jika kondisi bernilai Salah.
Modul Microsoft Excel Xp
Contoh:
Misalkan kita memeriksa apakah kode yang ada pada sel A1 itu A atau B. Jika kodenya A, maka tuliskan Pria dan
jika B isikan Wanita.
=IF(A1=”A”; “Pria”; “Wanita”)
atau
=IF(A1=”B” ; “Wanita”; “Pria”)

2. LOGIKA SEDERHANA
Jika keadaan yang harus diseleksi lebih dari dua, maka kita bisa menggunakan fungsi logika sederhana. Adapun cara
penulisan logika sederhana ini adalah:
=IF(Kondisi-1;B-1;IF(Kondisi-2;B-2;…;IF(Kondisi-n;B-n)))
Jumlah IF yang digunakan adalah sejumlah kondisi atau minimal sejumlah kondisi-1
Contoh:
Jika sel A1 berisi data M, maka hasilnya Motor, jika S, Sepeda dan jika B, maka hasilnya Becak.
= IF (A1=”M”; ”Motor”; IF (A1=”S”; ”Sepeda”; IF (A1=”B”; ”Becak”)))
atau = IF (A1=”M”; ”Motor”; IF (A1=”S”; ”Sepeda”; ”Becak”))
jumlah kurung tutup dibelakang rumus adalah sejumlah IF.

3. LOGIKA OR
Logika OR ini digunakan jika ada seleksi dengan menggunakan kata atau. Adapun cara penulisan dari fungsi ini
adalah:
=IF(OR(Kondisi-1;Kondisi-2);B;S)
dimana: Kondisi-1 dan Kondisi-2 merupakan keadaan yang diuji
B : pernyataan yang akan di isikan jika kondisi-1 dan atau kondisi-2 bernilai benar
S : pernyataan yang akan dipakai jika Kondisi-1 dan Kondisi-2 bernilai salah.
Contoh:
Jika sel A1 berisi data L atau sel B1 berisi data M, maka dapat tunjangan 2500.
=IF(OR(A1=”L”; B1=”M”); 2500; 0)
atau
=IF(OR(B1=”M”; A1=”L”); 2500; 0)

4. LOGIKA AND
Sama seperti halnya logika OR, pada logika AND juga harus ada dua kondisi atau keadaan yang diuji. Bedanya
pernyataan Benar hanya akan dihasilkan jika kedua kondisi bernilai benar.
=IF(AND(Kondisi-1;Kondisi-2);B;S)
dimana: Kondisi-1 dan Kondisi-2 merupakan keadaan yang diuji
B : pernyataan yang akan di isikan jika kondisi-1 dan Kondisi-2 bernilai benar
S : pernyataan yang akan dipakai jika Kondisi-1 atau Kondisi-2 atau keduanya bernilai salah.
Contoh:
Jika sel A1 berisi data L dan sel B1 berisi data M, maka dapat tunjangan 2500.
=IF(AND(A1=”L”; B1=”M”); 2500; 0)
atau
=IF(AND(B1=”M”; A1=”L”); 2500; 0)

5. LOGIKA AND OR
Dari logika AND dan OR yang telah kita bahas, bisa dihasilkan sebuah logika baru yaitu AND OR. Untuk kombinasi
ini, tentunya harus ada minimal tiga kondisi yang diuji.
=IF(AND(OR(Kondisi-1;Kondisi-2); Kondisi-b); B; S)
dimana: Kondisi-1 dan Kondisi-2 adalah kondisi dari logika OR sekaligus merupakan kondisi-a dari AND
Kondisi-b merupakan kondisi kedua dari fungsi AND
Contoh:
Jika sel A1 berisi data L atau sel B1 berisi data M, dan C1 berisi data Q maka dapat tunjangan 2500.
=IF(AND(OR(A1=”L”; B1=”M”); C1=”Q”); 2500; 0)
6. LOGIKA OR AND
Untuk logika OR AND juga memiliki syntax yang hampir sama yaitu:
=IF(OR(AND(Kondisi-a;Kondisi-b); Kondisi-2); B; S)
Contoh:
Jika sel A1 berisi data L dan sel B1 berisi data M, atau C1 berisi data Q maka dapat tunjangan 2500.
=IF(OR(AND(A1=”L”; B1=”M”); C1=”Q”); 2500; 0)

rumus dan fungsi


RUMUS DAN FUNGSI
Bahasan : Pengenalan Rumus Dan Fungsi Pada Program Microsoft Excel Xp

A. FUNGSI TEKS
Fungsi ini dikhususkan untuk memanipulasi jenis data string. Ada beberapa model dari jenis fungsi teks ini, antara lain:

1. LEFT
Fungsi ini digunakan untuk mengambil sejumlah karakter dari sebelah kiri. Adapun cara penulisan fungsi ini adalah:
=LEFT(Teks,n)
dimana : Teks : merupakan string yang akan dimanipulasi. Bisa berupa teks biasa ataupun nama suatu sel.
N : banyaknya jumlah karakter yang diambil dari Teks dari sebelah kiri.
Contoh :
= LEFT (“Yogyakarta”; 5) Yogya
= LEFT (“Aisyah”; 3) Ais

2. RIGHT
Seperti halnya fungsi left, fungsi right juga digunakan untuk memanipulasi teks, yaitu mengambil sejumlah karakter
tertentu dari sebelah kanan. Adapun syntaxnya adalah:
=RIGHT(Teks,n)
dimana : Teks : merupakan string yang akan dimanipulasi. Bisa berupa teks biasa ataupun nama suatu sel.
N : banyaknya jumlah karakter yang diambil dari Teks dari sebelah kanan.
Contoh :
= RIGHT (“Yogyakarta”; 5) karta
= RIGHT (“Aisyah”; 3) yah

3. MID
Lain halnya dengan fungsi left dan right, fungsi mid ini berfungsi untuk mengambil karakater berdasarkan ketentuan
yang ditentukan sendiri. Adapun cara penulisannya adalah:
=MID(Teks,m,n)
dimana : Teks : merupakan string yang akan dimanipulasi. Bisa berupa teks biasa ataupun nama suatu sel.
M : urutan awal pengambilan karakter.
N : banyaknya jumlah karakter yang diambil dari Teks di mulai karakter ke-M.
Contoh :
= MID (“Yogyakarta”; 5; 4) akar
= MID (“Aisyah”; 2; 4) isya

4. VALUE
Fungsi value ini digunakan untuk mengembalikan angka yang bertype string menjadi jenis numerik kembali.
Perintahnya adalah:
=VALUE(DataAngka)
dimana : DataAngka : adalah angka yang bertype data string yang akan dikonversikan ke type data numerik
Contoh :
= VALUE(“12345”) 12345